MEDAN] Bantuan berupa obat-obatan, relawan, tenaga medis, makanan, serta uang terus dikirim ke daerah bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng). Sumatera Utara kembali mengirim tenaga medis dan obat-obatan. Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) memberangkatkan 10 relawan kemanusiaan dan mengirimkan bantuan medis 64 jenis obat-obatan.
Direktur PKPA, Ahmad Sofian, Minggu (4/6) mengatakan, pihaknya secara bertahap akan terus menambah relawan kemanusiaan agar di kedua provinsi tersebut kegiatan kemanusiaan bisa dilaksanakan, terutama di desa-desa yang masih belum terjangkau bantuan. Untuk itu, PKPA dalam waktu dekat akan mengirimkan relawan tambahan. Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerja sama dengan Departemen Agama Pemerintah Kota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur (Jatim) memberangkatkan lagi 20 orang tenaga sukarelawan medis ke daerah bencana. Tim sukarelawan yang membawa serta bantuan obat-obatan dan sembako, tenda serta selimut itu bertugas selama sekitar lima hari guna menggantikan tim pertama yang sudah beberapa hari berada di daerah bencana.
Wakil Wali Kota Mojokerto, Hendro Suwono mengatakan, sukarelawan itu terdiri dari tiga tenaga dokter, tujuh paramedis dan 10 orang lainnya membantu membagi-bagikan bantuan sembako, tenda dan selimut.
Sementara itu, Forum Indonesia Untuk Indonesia mengirimkan bantuan berupa pakaian dalam wanita, obat nyamuk lotion, alas kaki, pembalut wanita, dan makanan kering. Bantuan ini diberikan sesuai dengan permintaan dari para pengungsi yang ada di sejumlah tempat bencana di Yogyakarta dan Jateng.
Tak Terduga
Seperti yang disampaikan Ketua Umum Forum Indonesia Untuk Indonesia, Yusuf Senopati Riyanto, permintaan para pengungsi ini sungguh di luar perkiraan. "Kami tidak menduga, barang-barang seperti itu yang menjadi kebutuhan pengungsi saat ini. Mungkin karena kebutuhan yang lain sudah tercukupi," katanya.
Yusuf menyayangkan pemerintah yang tidak menetapkan bencana di Yogyakarta dan Jateng sebagai bencana nasional. Mestinya dengan jumlah korban dan kerugian serta dampak yang terjadi sekarang, pemerintah berani menetapkan bencana tersebut sebagai bencana nasional. Dengan begitu penanganannya dapat lebih baik lagi.
Secara terpisah Direktur Utama PT K-LINK Indonesia, MD Radzi Saleh pada acara makan malam yang merupakan rangkaian peringatan ulang tahun perusahaan dan konvensi mengatakan, anggota K-LINK Internasional berhasil mengumpulkan dana bantuan untuk korban gempa sebanyak Rp 500 juta. Bantuan itu merupakan tahap awal yang akan diserahkan minggu ini kepada korban, khususnya anggota K-LINK.
"Kami perkirakan bantuan dari anggota kami dari seluruh dunia bisa mencapai sekitar satu miliar rupiah, termasuk bantuan produk dari K-LINK. Anggota kami di Yogyakarta dan Jateng yang terkena bencana gempa ini sekitar 300 orang," katanya.
Gubernur Maluku Karel Ralahalu telah mengunjungi korban gempa, memantau di posko-posko bantuan pengungsi korban gempa untuk mencari tahu kemungkinan warga Maluku yang menjadi korban. Pemprov Maluku resmi membuka rekening khusus untuk bantu korban gempa.
Untuk meringankan beban masyarakat yang terkena bencana gempa, Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) memberikan bantuan, sejumlah tenaga medis dan obat-obatan. "Bantuan itu sudah dikirim sejak pekan lalu," kata Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang.
Secara terpisah Kadis Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Jatim, Choirul Jaelani mengatakan, Pemprov Jatim siap membangun seribu unit rumah tahan gempa di lokasi bencana gempa bumi di Yogyakarta dan sekitarnya. "Dari lebih dari 12 ribu unit rumah yang rusak, Jatim siap membangun seribu unit. Tetapi semuanya masih menunggu keputusan dari Gubernur Imam Utomo dan persetujuan dari DPRD Jatim," katanya.
Tim Kimpraswil Jatim sudah melihat dan menjajaki lokasi gempa. Langkah ini diambil jika sewaktu-waktu gubernur memutuskan kemudian disetujui DPRD Jatim, maka instansinya siap melaksanakan pembangunan.
Desain konstruksi rumah nantinya bertipe 36. Satu unit rumah diperkirakan menghabiskan dana Rp 20-22 juta. Desain konsep dasar nantinya, rumah itu tahan menerima intensitas gempa yang berkekuatan tidak terlalu besar, atau stabil jika terjadi gempa. [080/136//070/151/VL/M-11]. *) Sumber Suara Pembaruan